Arti Sebuah Kehidupan


Judul buku          :   Surat Kecil Untuk Tuhan

Pengarang         :   Agnes Davonar

Penerbit              :   AD Publisher

Tahun Terbit        :   2012

Kota terbit          :    Jakarta

Cetakan             :  27 Juli 2012

Tebal buku         :   232 halaman

        Agnes Davonar adalah keluarga bersaudara penulis fenomenal di sastra Indonesia, yang memulai karirnya sebagai penulis sebuah blog, Agnes lahir di Jakarta 8 oktober, sedangkan Davonar lahir di Jakarta, 7 Agustus . mereka adalah Dua saudara yang besar dalam lingkungan seni. Dua kakak beradik ini telah banyak melahirkan cerita online yang menarik. Agnes berkerja sebagai karyawan swasta dan Davonar berkuliah di Universitas sastra Jepang Bina Nusantara. Keahlian mereka dalam menulis mengantarkan mereka menjadi penulis hebat di jajaran sastra Indonesia. Karena kedisiplinan mereka, blog mereka mendapatkan situs peringkat Blog Topseratus.com. Mereka dengan cepat berkembang menjadi penulis yang mau belajar hingga melahirkan lima  novel online dan 42 cerita pendek yang begitu dekat dengan kehidupan pembacanya. Karyanya tertuang dalam situs pribadinya www.agnesdavonar.net.  Agnes Davonar telah melahirkan karya novel Best seller berjudul kematian gaby dan lagunya, sahabat, denny sumargo biografy, my blackberry girlfriend, my last love, my idiot brother,ayah mengapa aku berbeda, termasuk Surat Kecil Untuk Tuhan yang diangkat dari kisah nyata perjuangan Gita Sesa Wanda Cantika melawan kanker ganas dengan penuh inspiratif

        Surat Kecil Untuk Tuhan karangan Agnes Davonar mengajarkan apa arti dari sebuah hidup, kisah penuh inspiratif ini layak menjadi bacaan bermoral untuk berbagai macam kalangan. Kisah nyata ini membuat kita akan lebih menghargai hidup dan menghargai setiap nafas karunia tuhan, setiap lembar dalam buku ini akan membuat kita terhanyut saat membacanya sehingga kita terpacu untuk terus membalik setiap halamannya.

         “Bila ada tawa di dunia ini maka ada tangis disampingnya, bila ada keberhasilan di dunia ini maka ada kegagalan disampingnya..”

        Itulah sebagian ungkapan Agnes Davonar untuk kisah dari perjuangan Gita Sesa Wanda Cantika dalam melawan kanker ganas yang menyerang jaringan lunak pertama di Indonesia.
Gita Sesa Wanda Cantika atau akrab disapa dengan Keke adalah seorang gadis yang lahir pada tanggal 15 juni 1991. Keke hanya hidup bersama dengan Ayah dan kedua kakak laki-lakinya, sedangkan Ibu Keke tinggal di atap yang berbeda karena Ayah dan Ibu Keke telah berpisah sejak Keke duduk di bangku sekolah dasar. Keke adalah seorang gadis yang ceria dan memiliki banyak teman, gadis cantik ini juga mantan penyanyi cilik yang telah memiliki album pada masanya. Bukan hanya itu, Keke juga anak yang pintar, setiap bagi rapot Keke selalu mendapatkan peringkat dalam kelasnya.

        Semua kebahagian Keke tidak bertahan lama ketika Keke divonis oleh dokter sebagai penderita kanker ganas jaringan lunak pertama di Indonesia, pada saat itu dokter memvonis bahwa umur Keke hanya tersisa lima hari. Kanker tersebut merebut dan menggerogoti wajah cantik Keke sehingga menjadikan Keke seperti seorang monster.Pada saat-saat itu Keke hanya bisa pasrah dan bersyukur kepada tuhan karena masih diberi kesempatan hidup walau hanya lima hari.

        Tidak berhenti di sini, Keke seorang gadis kecil tidak pantang menyerah dalam meraih kesembuhan untuk melukiskan senyuman pada orang-orang yang dicintainya, dengan dukungan keluarga serta sahabatnya, Keke dapat bertahan dengan kanker ganas itu selama tiga tahun, dalam waktu tiga tahun Keke beberapa kali menjalani Kemoterapi dan operasi, kemoterapi ini membuat Keke kehilangan rambutnya, setelah operasi tubuh gadis pintar itu sempat divonis bersih dari kanker. Tetapi kebahagiaan kecil itu tidak bertahan lama karena kanker ganas itu menyerang pelipis kanan Keke,Hal yang sama dilakukan, kemoterapi sebagai jalan yang dipilih oleh ayah Keke. Tapi sepertinya kanker tersebut telah kebal dengan kemoterapi yang dijalani rutin oleh Keke.

        Lambat laun kanker itu mulai menyebar ke seluruh tubuh Keke, tetapi itu semua tidak menyurutkan semangat belajar Keke, walaupun kanker itu telah menjalar ke seluruh tubuh Keke, Keke tetap masuk sekolah dengan ceria, seakan tak ada beban yang dialaminya. Semakin lama kondisi Keke semakin memburuk dan harus dirawat inap di RSCM, pada saat itu Keke mengalami koma selama 3 hari.Tepat pada tanggal 25 Desember 2006, Keke menghembuskan nafas terakhir tepatnya pada pukul 11.00 malam, saat detik-detik terakhirnya Keke menuliskan sebuah surat kecil kepada tuhan yang berisi harapan-harapan mulia Keke. Kepergian Keke di iringi oleh isak tangis keluarga dan sahabat – sahabatnya dan sebuah wangi melati muncul misterius disaksikan oleh beberapa orang yang ada di detik-detik terakhir Keke. Wangi itu mengakhiri perjuangan dan ketegaran seorang Keke di dunia ini.

        Di lihat dari segi fisik, buku ini kurang menarik terutama pada lembar yang berisi kenangan foto Keke bersama keluarga yang menggunakan kertas hitam putih sehingga gambar nampak tidak jelas dan terdapat pula beberapa penulisan yang banyak menggunakan makna denotasi sehingga sulit untuk menimbulkan imajinasi para pembaca, namun buku ini memiliki sampul yang menarik dan merupakan kisah kehidupan nyata penuh inspiratif yang mudah dipahami oleh pembaca. Berkesannya buku ini mendapat banyak penghargaan dan mendapat gelar buku best seller karena 200.000 EXP buku telah terjual di masyarakat.

        Kisah penuh inspirasi ini sangat bermanfaat bagi pembaca, karena mengandung banyak pesan tertuang yang mengajarkan arti dari sebuah kehidupan sesungguhnya. Buku ini juga layak dibaca oleh berbagai macam kalangan.

 Penulis : Inge permatasari (9F)